KAI

KAI Laporkan Sebagian Besar Tiket Nataru Dibeli Lewat Aplikasi Online

KAI Laporkan Sebagian Besar Tiket Nataru Dibeli Lewat Aplikasi Online
KAI Laporkan Sebagian Besar Tiket Nataru Dibeli Lewat Aplikasi Online

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat capaian signifikan selama angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Dari total 4.179.095 pelanggan, 75 persen menggunakan layanan digital “Access by KAI”. Data ini menegaskan peran aplikasi sebagai kanal utama yang memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan.

Penggunaan digitalisasi ini menandai perubahan perilaku pelanggan yang semakin mengandalkan teknologi. Masyarakat kini memilih kemudahan, kecepatan, dan keterpaduan layanan dalam satu platform. Access by KAI hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mobilitas modern yang praktis dan efisien.

Jumlah pelanggan selama periode Natal dan Tahun Baru meningkat 12,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif transformasi layanan digital KAI.

Access by KAI: Kanal Utama Perjalanan Modern

Aplikasi Access by KAI dirancang bukan sekadar untuk membeli tiket. Pelanggan dapat melakukan pembelian, reschedule, hingga pembatalan tiket secara mandiri. Semua proses dapat dilakukan tanpa harus hadir langsung di stasiun, asalkan tiket terdaftar atas nama penumpang.

Selain itu, Access by KAI menghadirkan ekosistem layanan digital terintegrasi. Pelanggan bisa memesan hotel, menggunakan layanan E-Porter, membayar listrik, hingga mengakses konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek. Platform ini memudahkan perjalanan sekaligus memberikan pengalaman lengkap dalam satu genggaman.

Fitur digital ini membuat perjalanan lebih terencana dan nyaman. Kepraktisan layanan mendorong pelanggan memanfaatkan aplikasi secara optimal. Dengan demikian, digitalisasi menjadi bagian penting dalam transformasi mobilitas KAI.

Fitur Inovatif untuk Perjalanan Lebih Efisien

KAI menghadirkan fitur tambahan untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi. Fitur Carbon Footprint memungkinkan pelanggan melihat dampak lingkungan dari perjalanan. Selain itu, face recognition boarding tersedia di 22 stasiun untuk mempercepat proses masuk kereta.

Fitur ini memberikan kenyamanan bagi pelanggan terutama pada periode dengan volume tinggi. Proses boarding menjadi lebih cepat dan teratur. Hal ini juga membantu pengelolaan penumpang agar tetap efisien dan aman.

Digitalisasi mendorong integrasi antara teknologi dan operasional kereta. Setiap inovasi bertujuan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih tertib dan menyenangkan. Transformasi ini menjadi bukti komitmen KAI dalam meningkatkan layanan publik.

Tingkat Keterisian dan Efisiensi Layanan

Kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau 122,9 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara kereta api lokal mengangkut 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk. Tingginya keterisian ini menunjukkan pola perjalanan pelanggan yang dinamis.

Kereta lokal memungkinkan naik dan turun di berbagai stasiun dalam satu perjalanan. Hal ini membuat operasional lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. KAI mampu mengatur layanan secara efisien meskipun volume penumpang melampaui kapasitas.

Tingkat keterisian yang tinggi menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api. Digitalisasi membantu pengelolaan kapasitas lebih terukur. Hasilnya, perjalanan tetap aman, nyaman, dan terencana meskipun jumlah penumpang besar.

Komitmen KAI dalam Transformasi Layanan

KAI berkomitmen memperkuat layanan digital secara berkelanjutan. Integrasi antarmoda dan peningkatan pengalaman pelanggan menjadi fokus utama. Transformasi ini menjadikan kereta api relevan dengan gaya hidup mobilitas masyarakat modern.

Layanan digital membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih tertib dan mandiri. Pengalaman yang lebih efisien dan nyaman mendorong masyarakat tetap memilih kereta api. KAI terus melakukan inovasi agar perjalanan antarkota lebih cepat, aman, dan menyenangkan.

Ke depan, KAI akan memperluas ekosistem digital agar semakin mendukung mobilitas masyarakat. Setiap inovasi dan integrasi bertujuan menciptakan transportasi kereta api yang praktis, ramah lingkungan, dan mudah diakses. Transformasi ini menegaskan komitmen KAI menghadirkan perjalanan yang modern dan terintegrasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index