Bank Indonesia

Bank Indonesia Siapkan Overnight Index Swap Penuh untuk Tahun 2028

Bank Indonesia Siapkan Overnight Index Swap Penuh untuk Tahun 2028
Bank Indonesia Siapkan Overnight Index Swap Penuh untuk Tahun 2028

JAKARTA - Bank Indonesia akan mengimplementasikan sistem Overnight Index Swap secara penuh mulai 2028. 

Langkah ini dilakukan seiring penghapusan resmi Jakarta Interbank Offered Rate dan penggunaan penuh INDONIA sejak awal 2026. Perubahan ini menandai evolusi mekanisme suku bunga domestik menuju metode yang lebih berbasis transaksi nyata.

Sebelumnya, INDONIA digunakan untuk kebutuhan non-overnight dengan metode compounded. Sistem ini mengakumulasi suku bunga secara periodik hingga 12 bulan. Meski efektif, metode ini belum sepenuhnya mencerminkan harga pasar aktual.

Dengan transisi ke OIS, Bank Indonesia bertujuan meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar. Instrumen ini diharapkan memberikan referensi suku bunga yang lebih realistis. Investor dan pelaku pasar pun dapat menyesuaikan strategi mereka sesuai kondisi pasar.

Mekanisme Overnight Index Swap

Overnight Index Swap adalah kontrak pertukaran aliran suku bunga antara dua pihak. Perhitungan menggunakan basis bunga harian dengan jumlah nominal tertentu. Instrumen ini memisahkan suku bunga tetap dan mengambang secara jelas, sehingga lebih transparan.

Transaksi OIS mengacu pada INDONIA sebagai referensi utama. Pergerakan suku bunga di pasar tercermin secara real time. Hal ini menjadikan OIS sebagai instrumen yang kredibel bagi derivatif rupiah.

OIS memungkinkan bank dan lembaga keuangan mengelola risiko suku bunga dengan lebih efektif. Dengan acuan harian, fluktuasi pasar dapat langsung diantisipasi. Investor mendapatkan indikasi nilai tukar bunga yang akurat untuk tenor tertentu.

Tahapan Implementasi OIS

Pengembangan OIS dilakukan secara bertahap hingga penerapan penuh. Pada periode 2025–2027, OIS tersedia untuk tenor satu dan tiga bulan. Setiap tahap diperluas secara bertahap untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Pada 2028, OIS dengan tenor lengkap hingga 12 bulan akan menggantikan metode compounded INDONIA. Strategi ini memastikan transisi berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas pasar. Bank Indonesia menekankan kenyamanan pelaku pasar selama proses adaptasi.

Pelaku pasar didorong untuk menyesuaikan transaksi dengan instrumen baru. Sosialisasi dilakukan agar seluruh pihak memahami mekanisme OIS. Tujuannya adalah memastikan transaksi mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Alasan Peralihan ke OIS

Alasan utama penggunaan OIS adalah instrumen ini berbasis transaksi nyata. Dengan demikian, harga yang tercatat lebih mencerminkan kondisi pasar sesungguhnya. Hal ini berbeda dengan compounded INDONIA yang bersifat akumulatif dan tidak sepenuhnya berbasis transaksi.

OIS memberikan kepastian bagi bank dan lembaga keuangan terkait suku bunga overnight. Pertukaran aliran bunga tetap dan mengambang memungkinkan mitigasi risiko lebih baik. Sistem ini mempermudah prediksi pergerakan suku bunga untuk jangka pendek dan menengah.

Dengan instrumen yang lebih transparan, kepercayaan investor terhadap pasar domestik meningkat. Penerapan OIS juga sejalan dengan standar internasional. Hal ini mendukung integrasi pasar keuangan Indonesia dengan pasar global.

Dampak dan Prospek Pasar Ke Depan

Implementasi penuh OIS diharapkan memperkuat ekosistem pasar keuangan domestik. Transaksi yang berbasis pasar memberikan indikasi suku bunga yang lebih akurat. Hal ini berdampak positif pada stabilitas moneter dan perencanaan investasi.

Selain itu, OIS membantu mengelola risiko volatilitas suku bunga. Bank dan lembaga keuangan memiliki alat yang lebih tepat untuk mengantisipasi fluktuasi. Investor pun memiliki informasi yang jelas untuk pengambilan keputusan.

Dengan kesiapan pasar yang matang, OIS akan menjadi referensi utama suku bunga domestik. Bank Indonesia memastikan semua pihak dapat bertransaksi dengan nyaman. Tujuan akhirnya adalah menciptakan pasar keuangan yang kredibel, transparan, dan efisien.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index