IHSG Terkoreksi 6 Hari ke 6.436,85, Infrastruktur Paling Tertekan

IHSG Terkoreksi 6 Hari ke 6.436,85, Infrastruktur Paling Tertekan
IHSG ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9/2026).

LIPUTANEKONOMI.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Ini menjadi penurunan hari keenam secara beruntun sejak Rabu pekan lalu (9/9/2026), dengan 9 dari 11 sektor saham ikut terkoreksi.

Tekanan jual kembali mendominasi bursa domestik. Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sektor infrastruktur menjadi yang paling dalam terkoreksi dengan penurunan 1,39%. Sektor teknologi menyusul dengan koreksi 1,13%, disusul sektor barang konsumen non-primer yang melemah 1,12%.

Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor industri menguat 0,91%, sementara sektor barang konsumen primer naik tipis 0,11%.

Tekanan Jual Dominasi Bursa Domestik

Data RTI Business mencatat frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini mencapai 1,85 juta kali transaksi. Total saham yang berpindah tangan sebanyak 24,60 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp12,26 triliun.

Dari sisi pergerakan saham, 439 saham ditutup melemah, 201 saham menguat, dan 151 saham stagnan. Angka ini menunjukkan tekanan jual yang jauh lebih dominan dibanding aksi beli.

INTD Pimpin Top Loser, MGNA Jadi Top Gainer

Emiten INTD mencatat penurunan terdalam setelah jatuh 15%. Dua emiten lain yang masuk jajaran top loser adalah SAPX dan DEFI dengan koreksi masing-masing 14,88% dan 14,39%.

Di sisi berlawanan, MGNA memimpin jajaran top gainer dengan lonjakan 34,46%. UANG menyusul dengan kenaikan 24,93%, disusul VISI yang menguat 24,88%.

Bursa Asia Bergerak Berlawanan

Pergerakan IHSG berbeda arah dengan bursa kawasan Asia yang sore ini cenderung menguat. Indeks Nikkei naik 0,69% ke 63.923, sementara Hang Seng menguat 0,19% ke 24.713,78.

Indeks Shanghai juga mencatat kenaikan 0,71% ke 3.891,60. Satu-satunya indeks regional yang melemah adalah Strait Times dengan penurunan tipis 0,06% ke 5.635,41.

Pelemahan beruntun IHSG selama enam hari menjadi sinyal bahwa sentimen pasar domestik masih rapuh di tengah penguatan bursa regional. Investor perlu mencermati apakah tekanan jual berlanjut pada sesi perdagangan berikutnya atau mulai menemukan titik jenuh.

Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index