Warga Bandung Masih Hadapi Kendala Jaringan dan Literasi Digital, BPJS Keliling Jadi Solusi

Jumat, 18 September 2026 | 05:56:32 WIB

LIPUTANEKONOMI.COM — Layanan administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebenarnya sudah bisa diakses secara digital. Namun, tidak semua warga mampu memanfaatkannya karena keterbatasan jaringan, kondisi geografis, hingga rendahnya literasi digital. BPJS Keliling hadir sebagai alternatif tatap muka bagi mereka.

BPJS Kesehatan menegaskan layanan tatap muka lewat program BPJS Keliling masih dibutuhkan masyarakat. Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf menyebut kebutuhan dan kondisi tiap warga berbeda dalam mengakses layanan administrasi JKN.

Sebagian peserta sudah terbiasa memakai layanan digital. Sebagian lain justru lebih memilih bertemu petugas secara langsung.

Mengapa Layanan Digital Belum Menjangkau Semua Warga

Kantor BPJS Kesehatan umumnya berada di pusat kota. Kondisi itu membuat warga di daerah terpencil harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus administrasi kepesertaan.

Iqbal menjelaskan hambatan akses digital bukan sekadar soal kebiasaan. Jaringan komunikasi dan data yang terbatas, kondisi geografis, serta tingkat literasi digital yang beragam turut menjadi penghalang.

"Kami juga memahami bahwa tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi, seperti keterbatasan jaringan komunikasi dan data, kondisi geografis, maupun tingkat literasi digital masyarakat yang berbeda-beda," kata Iqbal.

Karena itu, BPJS Keliling dihadirkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Salah satu titik layanan berlangsung di depan Puskesmas Warnasari, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Layanan Apa Saja yang Bisa Diakses

BPJS Keliling melayani sejumlah kebutuhan administrasi JKN. Peserta dapat memperoleh informasi kepesertaan, mengubah data, mendaftar, berkonsultasi soal administrasi, mengecek status pembayaran iuran, hingga menyampaikan keluhan.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timbul Siregar, menilai layanan ini sebagai bentuk jemput bola. Menurut dia, peserta terbantu menyelesaikan urusan kepesertaan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

"Kehadiran BPJS Keliling menjadi bentuk pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu peserta menyelesaikan kebutuhan administrasi kepesertaan JKN tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh," ujar Timbul.

Peran Puskesmas dalam Edukasi Peserta

Fasilitas kesehatan tingkat pertama juga ikut membantu peserta memahami prosedur administrasi JKN. Kepala Puskesmas Warnasari Pangalengan, Eli Rosmalia, menyebut pihaknya mengedukasi warga soal cara mengaktifkan kembali kepesertaan yang sempat nonaktif.

Meski begitu, Eli menegaskan proses aktivasi tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

"Puskesmas akan membantu namun untuk proses aktivasi tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Eli.

Kapan Sebaiknya Manfaatkan BPJS Keliling

Warga yang terkendala jaringan internet, tinggal di wilayah terpencil, atau belum terbiasa mengurus administrasi secara online bisa memanfaatkan layanan ini. Datang langsung ke titik layanan BPJS Keliling memungkinkan peserta berkonsultasi dengan petugas tanpa perantara aplikasi.

Bagi peserta yang sudah nyaman dengan layanan digital, pendaftaran dan pengecekan status kepesertaan tetap bisa dilakukan lewat kanal resmi BPJS Kesehatan. Pilihan ini bergantung pada kondisi masing-masing peserta.

Pastikan data kepesertaan selalu diperbarui agar tidak terjadi kendala saat membutuhkan layanan kesehatan. Jika ada pertanyaan soal status iuran atau prosedur aktivasi, peserta dapat menanyakan langsung ke petugas BPJS Kesehatan atau puskesmas terdekat.

Terkini