JAKARTA - Sholat tarawih merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan setiap malam bulan Ramadan setelah sholat Isya.
Mayoritas ulama menganjurkan 20 rakaat, dibagi menjadi sepuluh kali salam dengan jeda tarwihah. Niat menjadi kunci agar ibadah tarawih dijalankan dengan khusyuk dan penuh perhatian.
Bagi yang melaksanakan sholat tarawih sendiri, bacaan niatnya adalah:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatat tarawihi rok'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat sholat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Swt.” Bacaan ini diulang setiap dua rakaat hingga 20 rakaat selesai.
Jika menjadi makmum, niatnya menjadi:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
Sedangkan sebagai imam, bacaan niatnya menggunakan kata إِمَامًا:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta'âlâ.
Dalil dan Landasan Sholat Tarawih 20 Rakaat
Sholat tarawih 20 rakaat dianut oleh mayoritas ulama dari berbagai mazhab. Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad, dan Dawud Azh-Zhahiri menegaskan praktik ini. Dalil utama berasal dari riwayat Ibnu Abbas yang menyebut Nabi Muhammad SAW melaksanakan 20 rakaat tarawih ditambah Witir.
Dalam hadis disebutkan:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بن الْجَعْدِ، حَدَّثَنَا أَبُو شَيْبَةَ إِبْرَاهِيمُ بن عُثْمَانَ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مِقْسَمٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي رَمَضَانَ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ
Artinya: “Nabi SAW melaksanakan sholat Tarawih 20 rakaat dan ditutup dengan Witir.”
Riwayat lain menegaskan bahwa sholat tarawih dapat dilakukan tanpa berjamaah. Mazhab Syafi'i menekankan sepuluh kali salam sebagai praktik umum. Jumlah ini kemudian menjadi standar di Indonesia dan berbagai negara Muslim lainnya.
Tata Cara Sholat Tarawih 20 Rakaat
Tata cara sholat tarawih dimulai dengan membaca niat sholat tarawih sesuai posisi, sendiri, makmum, atau imam. Dilanjutkan takbiratul ihram dan membaca ta’awudz serta Surat Al-Fatihah. Setelah itu dibaca surat pendek lain dari Al-Qur’an sebelum rukuk.
Rukuk diikuti dengan iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Selanjutnya duduk istirahat sebelum melanjutkan rakaat berikutnya. Proses ini diulang hingga seluruh 20 rakaat selesai, baik dua rakaat satu salam maupun empat rakaat satu salam.
Setelah salam terakhir, dianjurkan membaca istighfar dan doa kamilin. Tata cara ini memastikan ibadah tarawih dijalankan dengan benar dan penuh konsentrasi. Dengan memahami langkah-langkah ini, setiap rakaat menjadi lebih bermakna.
Tips Menjalankan Tarawih dengan Khusyuk
Agar sholat tarawih lebih khusyuk, sebaiknya memperhatikan bacaan niat, gerakan, dan fokus pikiran. Memahami arti setiap bacaan juga meningkatkan kualitas ibadah. Mengulang bacaan niat setiap dua rakaat membuat setiap gerakan lebih penuh kesadaran.
Istirahat sejenak setelah lima rakaat dapat membantu menjaga konsentrasi. Bacaan surat pendek dengan tartil meningkatkan kekhusyukan. Suasana tenang dan perlahan dalam setiap gerakan juga mendukung ibadah yang lebih khidmat.
Berjamaah atau melaksanakan tarawih sendiri sama-sama diperbolehkan. Ketekunan dan konsistensi lebih penting daripada jumlah rakaat semata. Dengan latihan dan persiapan mental, tarawih menjadi momen spiritual yang mendalam.
Manfaat dan Hikmah Sholat Tarawih 20 Rakaat
Sholat tarawih tidak hanya menambah pahala tetapi juga meningkatkan kedisiplinan spiritual. Menjalankan 20 rakaat memberi waktu refleksi dan dzikir lebih lama. Tubuh dan pikiran pun mendapatkan keseimbangan antara ibadah dan ketenangan batin.
Selain itu, tarawih menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Setiap rakaat menumbuhkan kesabaran dan konsentrasi dalam ibadah. Menyelesaikan seluruh 20 rakaat dengan baik memberi kepuasan spiritual tersendiri bagi umat Muslim.
Dengan memahami niat, tata cara, dan dalilnya, ibadah tarawih menjadi lebih terstruktur. Setiap gerakan, bacaan, dan salam menguatkan hubungan hamba dengan Sang Pencipta. Tarawih menjadi ibadah sunah yang penuh hikmah, membawa keberkahan sepanjang Ramadan.