Mobil Listrik

Penjualan Mobil Listrik Xiaomi Tembus 600 Ribu Unit Secara Global

Penjualan Mobil Listrik Xiaomi Tembus 600 Ribu Unit Secara Global
Penjualan Mobil Listrik Xiaomi Tembus 600 Ribu Unit Secara Global

JAKARTA - Perjalanan Xiaomi di industri otomotif listrik China terbilang singkat, namun dampaknya langsung terasa. 

Dalam waktu kurang dari dua tahun sejak pengiriman perdana pada April 2024, perusahaan ini sudah mencatatkan pencapaian yang membuat banyak pesaing lama menoleh. Kecepatan penetrasi pasar tersebut menunjukkan adaptasi yang agresif dan terukur.

Tak butuh waktu lama bagi Xiaomi menguasai industri mobil listrik China yang terkenal buas. Tercatat, kurang dari sampai dua tahun sejak pengiriman perdananya pada April 2024, mobil listrik besutan Xiaomi sudah mencetak angka yang membuat banyak pemain lama menoleh. Momentum awal ini menjadi fondasi pertumbuhan berikutnya.

Dilansir dari CarNewsChina, total 600 ribu unit mobil listrik Xiaomi sudah dikirim ke konsumen dalam kurun 22 bulan operasional. Angka tersebut menjadi tonggak penting bagi divisi kendaraan listrik yang masih tergolong baru. Skala ini memperlihatkan kapasitas produksi yang berkembang pesat.

Capaian tersebut juga diumumkan langsung oleh Xiaomi melalui media sosial resminya. Angka kumulatif ini menjadi tonggak penting bagi divisi kendaraan listrik Xiaomi yang praktis masih sangat muda jika dibandingkan para rivalnya di pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) China. Posisi ini memperkuat reputasi Xiaomi di segmen otomotif listrik.

Performa Penjualan dan Kontribusi Model

Pada Januari 2026, Xiaomi membukukan pengiriman 39.002 unit. Yang menarik, sekitar 97 persen kontribusi datang dari SUV listrik YU7. Dominasi satu model ini memperlihatkan fokus strategi yang jelas.

Model ini bahkan menjadi mobil listrik tunggal terlaris di China secara penjualan ritel pada bulan tersebut. Artinya, meski pasar NEV China mulai menunjukkan tren kurang meroket di awal tahun, Xiaomi tetap mampu menjaga momentumnya. Konsistensi ini memperlihatkan daya tarik produknya.

Sepanjang 2025, total pengiriman tahunan Xiaomi EV menembus 410 ribu unit dan melampaui target internal perusahaan. Pencapaian ini menandai tahun penuh pertama dengan volume besar. Target yang terlampaui memberi sinyal optimisme untuk ekspansi selanjutnya.

Desember 2025 menjadi bulan terbaik dengan lebih dari 50 ribu unit terkirim dalam satu bulan, rekor tertinggi sejak Xiaomi masuk ke industri otomotif. Lonjakan ini menunjukkan kemampuan produksi yang semakin stabil. Permintaan pasar juga terlihat kuat menjelang akhir tahun.

Untuk pemain yang baru memulai produksi massal kurang dari dua tahun lalu, angka tersebut menunjukkan kapasitas produksi yang sudah relatif stabil dan terukur. Skala operasionalnya berkembang cepat dalam waktu singkat. Hal ini memperkuat posisi Xiaomi sebagai pendatang baru yang agresif.

Peran YU7 dan Transisi dari SU7

YU7 yang meluncur pada pertengahan 2025 menjadi tulang punggung volume. Dalam enam bulan pertama, SUV listrik menengah ini mencatatkan lebih dari 150 ribu unit pengiriman. Angka tersebut menegaskan penerimaan pasar yang positif.

Secara positioning, YU7 diproyeksikan sebagai rival langsung Tesla Model Y di segmen SUV menengah listrik China yang sangat kompetitif. Persaingan di segmen ini dikenal ketat dengan banyak pemain besar. Namun, YU7 mampu menempatkan diri sebagai opsi kuat.

Sementara itu, SU7 sebagai model pertama Xiaomi bermain di segmen sedan menengah hingga atas. Produksinya kini telah dihentikan seiring siklus produk yang mendekati akhir. Model ini menjadi batu loncatan awal ekspansi Xiaomi di otomotif.

Di tengah tren permintaan yang lebih condong ke SUV, langkah Xiaomi menggeser fokus ke YU7 bisa dibilang tepat secara strategis. Pergeseran preferensi konsumen dimanfaatkan dengan cepat. Strategi ini membantu menjaga volume penjualan tetap tinggi.

Target Ambisius dan Rencana Ekspansi

Untuk 2026, pendiri sekaligus chairman Xiaomi, Lei Jun, menargetkan pengiriman 550 ribu unit dalam setahun. Target ini berarti kenaikan sekitar 34 persen dibanding realisasi 2025. Ambisi tersebut menunjukkan keyakinan terhadap kapasitas produksi dan permintaan pasar.

Guna mendukung ambisi tersebut, Xiaomi dikabarkan menyiapkan setidaknya empat model baru, termasuk pembaruan SU7 dan SUV dengan teknologi extended range. Diversifikasi model menjadi kunci memperluas pangsa pasar. Inovasi teknologi juga disiapkan untuk memperkuat daya saing.

Jika melihat kecepatan penetrasi pasar yang sudah dicapai, 600 ribu unit dalam 22 bulan bukan sekadar milestone angka. Capaian ini mencerminkan transformasi bisnis yang signifikan. Xiaomi berhasil memperluas identitasnya melampaui elektronik konsumen.

Ini menegaskan bahwa Xiaomi berhasil melakukan lompatan dari perusahaan elektronik konsumen menjadi pemain otomotif dengan skala produksi masif dalam waktu singkat. Transformasi tersebut berlangsung di tengah persaingan ketat pasar NEV China. Keberhasilan ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan berikutnya.

Dengan momentum yang terjaga, Xiaomi menunjukkan bahwa ekspansi ke industri otomotif bukan sekadar eksperimen. Skala produksi, strategi model, dan capaian penjualan memperlihatkan arah bisnis yang semakin matang. Perjalanan ini membuka babak baru dalam peta persaingan mobil listrik China.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index