KBI dan SCash

KBI dan SCash Perkuat Ekosistem UMKM Koperasi Desa Komoditas

KBI dan SCash Perkuat Ekosistem UMKM Koperasi Desa Komoditas
KBI dan SCash Perkuat Ekosistem UMKM Koperasi Desa Komoditas

JAKARTA - Upaya memperkuat ekonomi desa dan usaha berbasis komoditas terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. 

Di tengah tantangan keterbatasan akses pasar, teknologi, dan tata kelola yang masih dihadapi pelaku usaha desa, sinergi antara lembaga keuangan nasional dan perusahaan teknologi dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong partisipasi ekonomi yang lebih inklusif.

PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), perusahaan jasa keuangan yang tergabung dalam holding BUMN Danareksa, menjalin kolaborasi dengan SCash, perusahaan teknologi asal Singapura. 

Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung revitalisasi usaha berbasis komoditas, khususnya yang dikelola oleh koperasi dan pelaku usaha di tingkat desa. 

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem komoditas nasional melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan tata kelola usaha.

Kemitraan ini menggabungkan kapabilitas teknologi serta pengembangan ekosistem milik SCash dengan peran strategis KBI sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, serta penguatan tata kelola dalam sistem perdagangan komoditas di Indonesia.

Kolaborasi Dorong Ekosistem Komoditas Nasional

CEO SCash Michael Lee Eng Yew menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan platform teknologi semata. Menurutnya, kerja sama dengan institusi nasional seperti KBI menjadi fondasi penting dalam mendorong partisipasi ekonomi yang nyata di sektor komoditas.

“Komitmen SCash tidak hanya sebatas membangun platform teknologi. Kami berfokus pada mendorong partisipasi ekonomi nyata melalui kerja sama erat dengan institusi nasional yang terpercaya seperti KBI serta mitra ekosistem lokal,” kata Michael Lee Eng Yew.

Ia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi ini, kedua pihak berupaya menciptakan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha kecil dan menengah, koperasi, serta wirausaha berbasis desa untuk terlibat secara lebih aman dan efektif dalam pasar komoditas yang terstruktur. 

Fokus utama diarahkan pada sektor pertanian dan ekonomi berbasis komunitas yang memiliki potensi besar namun masih belum tergarap optimal.

Peran UMKM dan Tantangan Akses Ekonomi

Michael menyoroti peran strategis UMKM dalam struktur perekonomian nasional. Ia menyebut UMKM mencakup hampir 99 persen dari seluruh unit usaha di Indonesia dan melibatkan jutaan pelaku usaha komoditas serta usaha desa. Namun, sebagian besar pelaku usaha tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Keterbatasan yang dimaksud meliputi akses terhadap infrastruktur digital, sistem tata kelola yang memadai, serta keterhubungan dengan pasar komoditas yang terstruktur. 

Kondisi ini membuat banyak usaha berbasis desa belum mampu mengoptimalkan nilai ekonomi dari komoditas yang mereka kelola. Melalui kerja sama KBI dan SCash, diharapkan hambatan-hambatan tersebut dapat dikurangi secara bertahap. 

Pemanfaatan teknologi serta dukungan kelembagaan dinilai mampu membuka peluang bagi pelaku usaha desa untuk masuk ke dalam ekosistem perdagangan komoditas yang lebih transparan dan efisien.

Penguatan Sistem Resi Gudang Terintegrasi

Untuk menjawab tantangan tersebut, SCash menjalin kerja sama dengan PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) sebagai anak usaha KBI. 

Kolaborasi ini juga melibatkan PT Karya Jasa Internasional, Asosiasi Pengusaha Usaha Desa Indonesia (APUDSI), serta PT Daya Teknologi Nusantara dalam pengembangan dan pemanfaatan Sistem Resi Gudang.

Michael menjelaskan bahwa integrasi sistem resi gudang menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama ini. Sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan, memperbaiki tata kelola komoditas, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha desa dan koperasi.

Ia berharap dengan adanya dukungan dari para mitra strategis tersebut, ekosistem resi gudang dapat menjadi lebih mudah diakses dan efisien. 

Selain itu, integrasi sistem juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dukungan Terhadap Perekonomian Desa Berkelanjutan

Melalui kolaborasi ini, SCash memposisikan diri sebagai mitra ekosistem jangka panjang dengan menyediakan solusi teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan. 

Solusi tersebut ditujukan untuk menghidupkan kembali serta memperkuat usaha berbasis komoditas agar dapat beroperasi secara lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Kerja sama antara KBI dan SCash juga sejalan dengan agenda Pemerintah Indonesia dalam memperkuat perekonomian desa. Pemerintah mendorong pengelolaan komoditas yang berkelanjutan dengan tata kelola yang transparan dan efisien agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Michael menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki tujuan jangka panjang dalam memastikan pelaku usaha desa dan koperasi tidak tertinggal dalam perkembangan ekonomi nasional. 

“Kolaborasi ini bertujuan menghidupkan kembali usaha berbasis komoditas, memperkuat tata kelola, dan memastikan pelaku usaha desa serta koperasi tidak tertinggal seiring perkembangan ekonomi Indonesia,” ujar Michael Lee Eng Yew.

Dengan sinergi antara KBI sebagai institusi keuangan nasional dan SCash sebagai penyedia solusi teknologi, penguatan ekosistem UMKM dan koperasi desa berbasis komoditas diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index