JAKARTA - Pemerintah menunjukkan perhatian khusus terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera.
Di tengah upaya pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan kebijakan stimulus di sektor kelistrikan sebagai bentuk kehadiran negara bagi warga yang terdampak langsung.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemberian diskon tarif listrik untuk daerah-daerah yang mengalami bencana.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap penghitungan. Diskon tarif listrik direncanakan akan diberikan kepada wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang diajukan oleh sejumlah kepala daerah di wilayah tersebut.
Diskon Listrik Masih Dalam Penghitungan
Bahlil menjelaskan bahwa secara prinsip, Kementerian ESDM telah menyetujui pemberian diskon tarif listrik. Namun, pemerintah masih melakukan exercise untuk menentukan skema yang paling tepat, termasuk durasi pemberian diskon dan besaran anggaran yang dibutuhkan.
"Prinsipnya, Kementerian ESDM akan memberikan diskon. Namun, kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa," ujar Bahlil.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan diambil secara terburu-buru. Pemerintah ingin memastikan keputusan yang diambil benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat tanpa mengganggu stabilitas sektor energi secara keseluruhan.
Bahlil juga menambahkan bahwa rencana pemberian diskon tarif listrik tersebut akan dilaporkan kepada Presiden. Menurutnya, Presiden telah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
"Jadi kita lagi menghitung. Tapi saya pastikan, saya akan laporkan kepada Bapak Presiden. Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberitahu kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita," bebernya.
Pemulihan Kelistrikan Terus Berjalan
Selain membahas diskon tarif, Bahlil memastikan bahwa proses pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana di Sumatera terus mengalami perbaikan.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait infrastruktur darat dan jaringan tegangan rendah yang rusak akibat bencana.
Menurut Bahlil, pemerintah telah mengirimkan bantuan berupa generator set untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung.
"Kemarin kita kirim 1.000 genset kepada keluarga kita di sana, saudara-saudara kita di sana. Kenapa? Karena masih ada infrastruktur darat, tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menyelesaikan perbaikan infrastruktur kelistrikan secara bertahap agar distribusi listrik dapat kembali normal.
Pemulihan ini menjadi prioritas karena listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat pascabencana.
Program Diskon Tambah Daya PLN
Di luar kebijakan diskon tarif listrik untuk wilayah terdampak bencana, PT PLN (Persero) juga kembali menghadirkan program diskon tambah daya listrik.
Program bertajuk Tahun Baru Energi Baru ini memberikan potongan biaya sebesar 50 persen bagi pelanggan yang melakukan transaksi melalui aplikasi PLN Mobile.
Diskon tambah daya ini berlaku mulai 7 hingga 20 Januari 2026. Program tersebut ditujukan bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa di seluruh golongan tarif, dengan daya awal 450 volt ampere hingga 5.500 volt ampere yang ingin menambah daya hingga 7.700 volt ampere.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengoptimalkan penggunaan listrik dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Program ini hadir sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan setia PLN dengan memberikan kemudahan sekaligus manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik secara andal dan efisien,” ujar Adi.
Ia berharap program ini dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas, terutama di awal tahun ketika kebutuhan listrik cenderung meningkat.
Pertimbangan Diskon Tarif Listrik Nasional
Sementara itu, wacana pemberian diskon tarif listrik secara nasional pada 2026 juga masih menjadi bahan pertimbangan pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan hingga kini belum ada usulan resmi terkait pelaksanaan diskon tarif listrik untuk tahun tersebut.
"Sampai sekarang belum ada usulan, nanti kita lihat seperti apa masukannya," kata Purbaya.
Purbaya mengingatkan bahwa pada 2025, pemerintah sempat memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen sebagai stimulus. Namun, kebijakan serupa tidak otomatis akan diterapkan kembali, terutama jika kondisi ekonomi dinilai sudah membaik.
Ia menilai diskon tarif listrik tidak selalu diperlukan ketika perekonomian nasional telah berjalan dengan lebih baik. Oleh karena itu, pemerintah masih menimbang berbagai masukan sebelum mengambil keputusan.
"Jadi kalau ekonominya udah lari, emang usah. Nanti anda doain aja saya kerjanya benar, sehingga ekonominya bagus," tegas dia.
Melalui berbagai kebijakan ini, pemerintah berupaya menyeimbangkan antara stimulus bagi masyarakat dan keberlanjutan fiskal negara.
Khusus bagi wilayah terdampak bencana, kebijakan diskon tarif listrik diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.