JAKARTA - Perhatian terhadap lansia menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup para penghuni panti.
Kunjungan kerja dilakukan untuk memastikan para lansia mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang layak. Aktivitas ini menjadi kesempatan pemerintah mendengar langsung aspirasi dari para lanjut usia di Jayapura.
Kunjungan Wamendagri ke Panti Sosial Lansia
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menegaskan pemerintah pusat berkomitmen memperhatikan lansia secara menyeluruh.
Ia melakukan kunjungan ke UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Jayapura atau Rumah Panti Jompo Tresna Werdha di Pos 7 Sentani. “Saya bersyukur dapat bertemu langsung dengan para lansia yang tinggal di tempat ini dan mendengar berbagai harapan yang disampaikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ribka mendengarkan aspirasi dan kebutuhan lansia yang tinggal di panti secara langsung. Ia menekankan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masukan tersebut. Hal ini termasuk peningkatan fasilitas, pelayanan kesehatan, dan program produktif bagi para penghuni panti.
Apresiasi terhadap Pengelola Panti
Ribka juga memberikan apresiasi kepada pengurus dan pengelola panti atas kontribusinya dalam mendukung program prioritas pemerintah. Ia menilai beberapa program yang dijalankan telah selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya bidang pelayanan kesehatan dan ketahanan pangan.
“Kami memberikan apresiasi kepada para pengurus karena program yang dijalankan di sini telah mendukung kesejahteraan lansia secara nyata,” ujarnya.
Salah satu program yang diapresiasi adalah budidaya ikan lele yang dijalankan di lingkungan panti. Kegiatan ini dianggap positif karena selain mendukung ketahanan pangan, juga memberikan aktivitas produktif bagi lansia. Ribka menyerahkan bantuan pakan ternak ikan lele secara simbolis dan melepas bibit ikan di beberapa kolam yang dikelola pihak panti.
Aspirasi Lansia yang Didengar Langsung
Para lansia juga menyampaikan aspirasi mereka secara langsung selama kunjungan berlangsung. Dolfi Sembel, salah satu penghuni panti, menyatakan rasa syukur atas perubahan yang mulai terlihat sejak pengelola baru hadir.
“Sekarang sudah banyak perubahan di rumah jompo ini sejak dikelola oleh pengelola yang baru. Sedikit demi sedikit perubahan terjadi dan kami para lansia sangat bersyukur,” ujarnya.
Selain itu, perwakilan lansia perempuan, Asnat Ohee, berharap rumah wisma di lingkungan panti segera direnovasi. Tujuannya agar penghuni bisa tinggal dengan lebih nyaman dan aman. Ribka menegaskan seluruh masukan ini akan menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.
Koordinasi Pemerintah untuk Peningkatan Fasilitas
Ribka menekankan pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk mencari solusi terbaik terkait fasilitas panti. Hal ini penting agar para lansia bisa tinggal lebih nyaman dan sejahtera. “Kami tentu akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua agar berbagai kebutuhan yang disampaikan dapat menjadi perhatian bersama,” jelasnya.
Koordinasi ini mencakup peningkatan fasilitas, perawatan kesehatan, hingga program produktif yang memberi manfaat bagi penghuni panti. Pemerintah berharap panti sosial bisa berkembang menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bermanfaat. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan lansia.
Dorongan Aktivitas Positif untuk Lansia
Selain meningkatkan fasilitas, pemerintah juga mendorong panti untuk menyediakan aktivitas positif bagi lansia. Kegiatan seperti budidaya ikan lele dapat membantu lansia tetap aktif dan produktif. “Program budidaya ikan lele ini sangat baik karena selain mendukung ketahanan pangan, juga memberikan aktivitas positif bagi para lansia,” kata Ribka.
Aktivitas ini membantu menjaga kesehatan fisik dan mental lansia. Pemerintah ingin para penghuni panti merasa dihargai dan tetap bersemangat setiap harinya. Dengan demikian, panti sosial tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang pengembangan diri bagi para lansia.