5 Kebiasaan Pagi yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Otak

Jumat, 06 Maret 2026 | 12:02:17 WIB
5 Kebiasaan Pagi yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Otak

JAKARTA - Rutinitas pagi yang tampak sepele ternyata dapat berdampak besar terhadap kesehatan otak. Banyak orang memulai hari dengan kebiasaan yang dianggap biasa saja, seperti langsung memeriksa ponsel atau melewatkan sarapan yang sehat. 

Padahal, aktivitas dalam satu hingga satu setengah jam pertama setelah bangun tidur sangat memengaruhi kondisi mental, suasana hati, hingga kemampuan berpikir sepanjang hari.

Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan pagi justru berpotensi mengganggu fungsi otak jika dilakukan terus-menerus. Oleh karena itu, penting untuk mengenali perilaku yang sebaiknya dihindari setelah bangun tidur agar tubuh dan pikiran dapat bekerja secara optimal sepanjang hari.

Berikut beberapa kebiasaan pagi yang sebaiknya dihentikan karena dapat berdampak buruk pada kesehatan otak.

Kebiasaan mengecek ponsel setelah bangun tidur

Bangun tidur, apa yang biasanya kamu lakukan? Jika masih melakukan kebiasaan berikut, sebaiknya hentikan sebab bisa merusak otak.

Sebagian besar orang meraih ponsel setelah bangun tidur. Tak hanya untuk mematikan alarm tapi juga mengecek notifikasi, 'berselancar' di media sosial, dan mengecek kabar terkini.

Padahal apa yang dilakukan dalam 60-90 menit pertama setelah bangun tidur dapat memengaruhi mood dan kemampuan berpikir beberapa jam berikutnya.

Kamu susah konsentrasi atau stres sepanjang hari? Berarti saatnya ubah kebiasaan pagi berikut.

Kebiasaan ini sangat umum. Kamu mungkin juga melakukannya. Dalam 10 menit pertama bangun tidur, sebagian orang mengecek ponsel mereka. Kenapa ini memicu masalah?

Melansir dari Your Tango, dalam 30-45 menit pertama setelah bangun tidur, terjadi peningkatan kadar kortisol yang kuat. Hal ini terjadi guna mempersiapkan tubuh untuk aktivitas seharian.

Akan tetapi, jika hal yang dilakukan di menit-menit ini adalah cek media sosial, pesan, dan berita, maka kadar kortisol bisa drop. Persiapan alami tubuh pun terganggu.

Pentingnya paparan cahaya alami bagi otak

Paparan sinar matahari alami semakin jarang apalagi sebagian besar kehidupan berjalan di dalam rumah, apartemen, dan kantor.

Di sisi lain, jam biologis tubuh dipengaruhi paparan cahaya alami. Cahaya yang masuk ke mata merangsang wilayah otak yang disebut suprachiasmatic nucleus (SCN). SCN mengatur irama untuk otak dan tubuh dengan menggunakan isyarat cahaya untuk mengatur ritme harian.

Cahaya yang masuk ke mata di pagi hari memicu rangkaian peristiwa neurokimia mulai dari peningkatkan respons kortisol, hormon melatonin alias hormon tidur ditekan, dan peningkatan mood.

Paparan cahaya pagi yang kurang membuat kamu merasa lesu dan menurunkan kualitas tidur di malam hari. Setidaknya berikan tubuh paparan cahaya alami setidaknya selama 10 menit atau 10-20 menit saat mendung.

Kesalahan memulai aktivitas mental di pagi hari

Beberapa orang bangun tidur dan langsung mengerjakan sesuatu yang sifatnya kompleks dan mendalam. Anggapannya, ketenangan di pagi hari dapat mendukung produktivitas.

Sebaiknya, kebiasaan ini dihentikan. Kamu bangun tidur dalam keadaan inersia tidur. Pikiran dan pengambilan keputusan masih terganggu. Di pagi hari, kondisi pikiran lebih cocok untuk pekerjaan kreatif, bukan yang fokus mendalam atau kompleks.

Otak terbangun secara bertahap dan perlu respons peningkatan kortisol untuk pekerjaan yang butuh konsentrasi lebih. Sebaiknya, biarkan otak bangun sepenuhnya, kadar kortisol meningkat lewat paparan cahaya.

Apa kamu sadar bahwa kamu bangun tidur dalam kondisi dehidrasi? Selama berjam-jam, tubuh tidak mendapat asupan cairan sehingga mengalami defisit cairan di pagi hari.

Otak dan tubuh sebagian besar terdiri dari air dan perlu hidrasi untuk berfungsi. Segera setelah bangun tidur, sebaiknya minum air putih. Hal ini untuk menghindari dehidrasi ringan yang dapat memengaruhi kinerja kognitif.

Selama berpuasa, tentu kamu harus memenuhi kebutuhan cairan saat sahur. Setidaknya, minum 2-3 gelas air agar tidak dehidrasi.

Sarapan tinggi gula dapat memengaruhi kinerja otak

Sarapan dengan menu serba manis terbilang umum seperti roti selai atau sereal manis. Padahal sarapan tinggi gula dapat memicu lonjakan glukosa darah lalu diikuti penurunan secara signifikan.

Kadar gula darah yang tidak stabil memengaruhi otak karena otak menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Sarapan sebaiknya fokus pada asupan protein guna mendukung kinerja kognitif. Protein juga memberikan energi berkelanjutan.

Memulai hari dengan kebiasaan sehat sangat penting bagi kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan. Menghindari kebiasaan yang kurang tepat di pagi hari dapat membantu menjaga konsentrasi, meningkatkan mood, serta membuat tubuh lebih siap menghadapi aktivitas sepanjang hari.

Perubahan kecil pada rutinitas pagi, seperti mendapatkan paparan sinar matahari, minum air putih, serta memilih sarapan bergizi seimbang, dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi fungsi kognitif dan kesehatan mental dalam jangka panjang.

Terkini