Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Terjadi Dua Gelombang

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:22:46 WIB
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Terjadi Dua Gelombang

JAKARTA - Menjelang Lebaran 2026, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang, dengan waktu yang cukup signifikan di bulan Maret. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Ditlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, puncak pertama arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026. Gelombang kedua diperkirakan akan berlangsung pada 18 Maret 2026.

Kapolri Jenderal Lityo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa prediksi tersebut didasarkan pada hasil survei yang mengacu pada data pemudik tahun sebelumnya. Sigit menjelaskan bahwa angka pemudik tahun 2025 digunakan sebagai acuan untuk memetakan potensi lonjakan volume kendaraan dan penumpang yang menuju kampung halaman untuk merayakan Lebaran. 

Dengan prediksi dua gelombang puncak mudik ini, pihak berwenang sudah mulai merencanakan pengaturan yang matang agar arus mudik dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan yang berlebihan.

Pengaturan Mudik Mengingat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

Selain memperkirakan gelombang puncak arus mudik, Sigit juga mengingatkan adanya peristiwa penting yang berdekatan dengan Lebaran, yaitu Hari Raya Nyepi yang jatuh pada waktu yang hampir bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Hal ini menjadi perhatian khusus karena arus mudik ke Bali membutuhkan pengaturan ekstra, terutama pada jalur penyeberangan antara Jawa Timur dan Bali.

"Karena Nyepi jatuh bersamaan dengan Lebaran, kita perlu mengatur penyeberangan ke Bali, untuk menghormati Hari Raya Nyepi," ungkap Sigit. Pengaturan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadinya kepadatan yang mengganggu jalur transportasi, sekaligus menghormati tradisi yang berlaku di Bali. Oleh karena itu, para pemudik yang hendak menuju Bali pada periode tersebut diminta untuk memperhatikan jadwal dan ketentuan terkait penyeberangan yang telah diatur oleh pemerintah.

Selain itu, dengan adanya dua gelombang puncak mudik, Sigit menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi transportasi, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan para pemudik. Hal ini juga akan mengurangi risiko kemacetan yang kerap terjadi selama masa mudik.

Kebijakan Work From Anywhere untuk Mengurangi Kemacetan

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan yang bertujuan untuk meredakan kepadatan lalu lintas. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah Work From Anywhere (WFA) yang akan berlaku pada tanggal 16 dan 17 Maret 2026. 

Dengan kebijakan ini, diharapkan sebagian besar pekerja dapat bekerja dari rumah atau lokasi lain, sehingga tidak ada penambahan volume kendaraan di jalan raya pada dua hari tersebut.

"Selama WFA, kami berharap pemudik yang bekerja di daerah Jakarta dan kota-kota besar lainnya dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk kembali ke kampung halaman, dengan lebih sedikit kendaraan di jalan," kata Sigit. 

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi lonjakan kendaraan yang terjadi pada gelombang pertama, sekaligus memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk pulang lebih awal, memanfaatkan waktu lebih fleksibel sebelum puncak arus mudik yang lebih padat.

Puncak Arus Balik yang Terjadi dalam Dua Gelombang

Selain memprediksi puncak arus mudik, Kapolri juga menyampaikan prediksi mengenai puncak arus balik setelah Lebaran. Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang, dengan gelombang pertama diperkirakan terjadi pada tanggal 24 dan 25 Maret 2026, setelah banyak pemudik yang kembali ke tempat kerja mereka.

Gelombang kedua arus balik diperkirakan akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Dengan adanya dua gelombang arus balik ini, Sigit mengimbau kepada seluruh pihak untuk mempersiapkan pengaturan yang baik, agar para pemudik yang kembali ke kota dapat melakukannya dengan lancar dan aman. Polri akan terus melakukan pemantauan dan pengaturan yang ketat pada arus balik, termasuk peningkatan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihak berwajib.

"Jika diperlukan, Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk mengamankan jalur-jalur utama dan memastikan kelancaran arus balik," ujar Sigit.

Terkini