Cara Praktis Membedakan Asam Urat dan Rematik Agar Tidak Salah Penanganan

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:36:53 WIB
Cara Praktis Membedakan Asam Urat dan Rematik Agar Tidak Salah Penanganan

JAKARTA - Nyeri sendi sering dianggap hal sepele oleh banyak orang. 

Cara Membedakan Asam Urat dengan Rematik, Masih Banyak yang Keliru menjadi penting agar pengobatan tepat. Padahal, asam urat dan rematik merupakan kondisi berbeda dari sisi penyebab dan penanganan medis.

Banyak orang mengira semua nyeri sendi adalah rematik. Faktanya, keduanya termasuk jenis artritis yang bisa menyebabkan pembengkakan, kekakuan, dan rasa nyeri. Meski mirip, perbedaan utama terletak pada asal masalah dan pola gejala yang muncul.

Perbedaan Penyebab Asam Urat dan Rematik

Rematik merupakan penyakit autoimun. Tubuh secara keliru menyerang jaringan yang melapisi persendian sendiri. Hal ini menyebabkan peradangan, nyeri, dan deformitas sendi yang bisa memengaruhi bagian tubuh lain.

Bagian lain yang mungkin terdampak termasuk kulit, mata, dan jantung. Sementara itu, asam urat muncul karena kadar asam urat darah terlalu tinggi. Asam urat terbentuk dari pemecahan makanan tertentu, seperti daging, dan biasanya dibuang oleh ginjal.

Ketika jumlah asam urat berlebihan, kristal berbentuk jarum menumpuk di persendian. Kristal ini menyebabkan peradangan, kemerahan, dan nyeri tajam. Biasanya hanya menyerang satu persendian, berbeda dengan pola rematik yang simetris.

Gejala dan Pola Nyeri yang Membedakan

Rematik sering dimulai di persendian kecil seperti tangan dan kaki. Persendian terasa bengkak, hangat, dan nyeri saat disentuh. Selanjutnya, rasa sakit menyebar ke persendian lebih besar seperti siku, bahu, lutut, dan pinggul.

Biasanya gejala muncul di kedua sisi tubuh secara simetris. Rematik juga membuat sendi kaku terutama di pagi hari. Kelelahan, kehilangan nafsu makan, atau demam kadang terjadi meski jarang.

Asam urat cenderung muncul tiba-tiba dan parah. Persendian terasa panas seperti terbakar, merah, dan bengkak. Jempol kaki sering menjadi sasaran, namun pergelangan kaki, lutut, siku, atau pergelangan tangan juga bisa terkena.

Pengelolaan dan Pengobatan Kedua Kondisi

Baik rematik maupun asam urat tidak dapat disembuhkan total. Namun, pengobatan tersedia untuk mengelola gejala dan mencegah kerusakan sendi. Beberapa cara pengobatan sama untuk kedua kondisi, misalnya obat pereda nyeri.

Ibuprofen dan naproxen dapat meredakan nyeri sementara colchicine khusus untuk asam urat. Kortikosteroid seperti prednison juga digunakan untuk mengurangi peradangan. Fokus pengobatan pada penyebab: rematik menekan sistem kekebalan, asam urat mencegah penumpukan kristal.

Diet berperan penting bagi penderita asam urat. Batasi alkohol dan konsumsi daging, serta pertahankan berat badan ideal. Langkah ini membantu menurunkan risiko serangan nyeri akut.

Kombinasi Asam Urat dan Rematik Serta Pencegahan

Penderita rematik juga bisa terkena asam urat. Kedua kondisi ini berbeda, namun bisa muncul bersamaan dalam satu orang. Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk diagnosis akurat.

Dokter dapat mengecek sendi, tes darah, dan cairan sendi. Hasil pemeriksaan menentukan strategi pengobatan dan langkah pencegahan. Penanganan tepat akan meringankan nyeri, mencegah komplikasi, dan menjaga kualitas hidup.

Mengetahui perbedaan kedua kondisi membantu pasien lebih sadar akan tubuhnya. Cara Membedakan Asam Urat dengan Rematik, Masih Banyak yang Keliru, menjadi panduan penting. Dengan pemahaman ini, langkah pencegahan dan pengobatan dapat lebih efektif.

Langkah Praktis Mengelola Gejala Sendi

Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup mendukung pengelolaan nyeri sendi. Aktivitas fisik ringan, menjaga berat badan, dan pola makan sehat membantu mengurangi risiko serangan. Terapi fisik juga dapat mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan sendi.

Penting bagi pasien memonitor gejala dan merespons dini jika nyeri muncul. Catat lokasi, durasi, dan intensitas nyeri untuk membantu dokter menilai kondisi. Kesadaran ini mempercepat penanganan dan mencegah kerusakan jangka panjang.

Pencegahan berfokus pada kombinasi diet, olahraga, dan kepatuhan terhadap obat. Edukasi diri tentang gejala, pola nyeri, dan pemicu menjadi kunci. Dengan langkah ini, pasien bisa hidup aktif meski menderita asam urat, rematik, atau keduanya sekaligus.

Terkini