JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra mulai menunjukkan langkah konkret.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan pembangunan ribuan hunian sementara bagi warga terdampak bencana akan segera direalisasikan dalam waktu singkat. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang selama ini masih bertahan di lokasi pengungsian.
Danantara menargetkan pembangunan 15.000 unit hunian sementara (huntara) yang diperuntukkan bagi korban bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Proyek tersebut diproyeksikan rampung dalam waktu tiga bulan, sehingga masyarakat tidak harus terlalu lama tinggal di tempat pengungsian darurat.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan komitmen tersebut melalui akun Instagram resminya. Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas agar warga terdampak dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.
“Kami berkomitmen menghadirkan 15.000 unit hunian sementara yang ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan,” ujar Rosan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan
Rosan menjelaskan, proyek pembangunan huntara ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral antara berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian ATR/BPN, Kementerian Sosial, BNPB, serta pemerintah daerah di wilayah terdampak.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, mulai dari penyiapan lahan, perizinan, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Dengan kerja sama lintas sektor, pembangunan huntara diharapkan dapat dilakukan secara terintegrasi dan tepat sasaran.
Sebagai langkah awal, 500 unit huntara dijadwalkan siap dihuni dalam pekan ini. Salah satu titik fokus percepatan pembangunan berada di Aceh Tamiang, yang saat ini menjadi wilayah prioritas untuk penanganan warga terdampak banjir.
Standar Layak Meski Bersifat Sementara
Meski bersifat sementara, Rosan menegaskan bahwa kualitas hunian tetap menjadi perhatian utama. Pembangunan huntara dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan standar hunian yang layak, aman, dan manusiawi bagi para penghuninya.
“Pembangunan akan terus berlanjut secara bertahap. Semoga hunian ini segera menghadirkan rasa aman serta harapan baru bagi masyarakat terdampak,” imbuh Rosan.
Hunian sementara tersebut akan dibangun di atas lahan milik PTPN yang berlokasi sekitar 15 kilometer dari Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan faktor keamanan, aksesibilitas, serta kesiapan lahan untuk pembangunan cepat.
Desain Modular, Proses Lebih Cepat
Untuk mempercepat proses konstruksi, proyek huntara ini akan dikerjakan oleh tujuh BUMN Karya dengan menerapkan desain modular. Metode ini memungkinkan pembangunan dilakukan secara cepat, terstandar, dan efisien, tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
Selain unit hunian, kawasan huntara juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial. Fasilitas tersebut mencakup kamar mandi, dapur umum, serta musala, sehingga kebutuhan dasar penghuni dapat terpenuhi dengan baik.
Dukungan juga datang dari sejumlah BUMN lain. PLN berperan dalam penyediaan listrik, Telkom memastikan konektivitas komunikasi, sementara Himbara mendukung dari sisi pendanaan. Dengan dukungan ini, huntara diharapkan benar-benar siap huni, aman, dan nyaman bagi masyarakat terdampak.
Kendala Penyiapan Lahan Masih Dihadapi
Di sisi lain, pemerintah mengakui bahwa percepatan pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap) masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait penyiapan lahan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.
“Jadi, salah satu tantangan yang dihadapi untuk percepatan ini adalah penyiapan lahan,” kata Pratikno, Kamis (25/12/2025).
Meski demikian, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya mengatasi kendala tersebut agar proses pembangunan tidak terhambat. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat penyediaan lahan yang sesuai dengan ketentuan.
Progres di Berbagai Wilayah Sumatra
Pratikno mengungkapkan bahwa pembangunan huntara di beberapa wilayah Sumatra sudah mulai berjalan. Di Sumatra Barat, pembangunan huntara telah berlangsung di enam kabupaten/kota. Sementara itu, di Sumatra Utara, proses pembangunan dilakukan di tiga kabupaten/kota.
Di wilayah Aceh, pembangunan huntara baru dimulai di satu kabupaten, sementara kabupaten dan kota lainnya masih dalam tahap persiapan. Pemerintah daerah setempat terus melakukan penyiapan lahan agar pembangunan dapat segera dimulai secara merata.
“Percepatan pembangunan hunian ini terus dilakukan. Penyiapan lahan oleh pemerintah daerah, dan pembangunannya dikerjakan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI Polri, dan organisasi kemasyarakatan,” jelas Pratikno.
Hunian Tetap Juga Disiapkan
Selain hunian sementara, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang harus direlokasi akibat bencana. Persiapan ini mencakup pembangunan huntap mandiri di lahan milik warga, khususnya bagi pemukiman yang dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian jangka panjang bagi masyarakat terdampak, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.
Dengan target ambisius pembangunan 15.000 huntara dalam tiga bulan, Danantara bersama pemerintah dan BUMN berupaya menghadirkan solusi cepat dan nyata bagi warga terdampak bencana di Sumatra. Program ini diharapkan menjadi awal pemulihan yang lebih baik bagi masyarakat yang tengah bangkit dari musibah.