Awal Tahun 2026, Harga Batu Bara Acuan Kompak Naik Signifikan

Jumat, 02 Januari 2026 | 10:20:12 WIB
Awal Tahun 2026, Harga Batu Bara Acuan Kompak Naik Signifikan

JAKARTA - Memasuki awal Januari 2026, pemerintah menetapkan kenaikan harga batu bara acuan (HBA) untuk semua kategori. 

Penetapan ini menunjukkan tren positif bagi industri batu bara, meski juga menjadi sinyal bagi konsumen dan sektor energi untuk menyesuaikan strategi harga.

Kenaikan HBA Resmi Ditetapkan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, resmi menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Januari 2026. Seluruh kategori batu bara mengalami kenaikan dibandingkan periode akhir Desember 2025.

Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 458.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Periode Pertama Bulan Januari Tahun 2026.

Rincian Harga Batu Bara Acuan

HBA dengan nilai kalor 6.322 kcal per kilogram dipatok pada US$103,30 per ton, naik 2,4 persen dibandingkan periode kedua Desember 2025 sebesar US$100,81 per ton.

Sementara itu, HBA untuk batu bara dengan nilai kalor 5.300 kcal per kilogram meningkat 3,2 persen menjadi US$72,23 per ton, dibandingkan US$69,93 per ton pada Desember 2025.

Kategori berikutnya, HBA dengan nilai kalor 4.100 kcal per kilogram, naik 3,5 persen menjadi US$47,05 per ton, sementara HBA dengan nilai kalor 3.400 kcal per kilogram naik tipis 0,3 persen menjadi US$35,13 per ton dari posisi US$35,02 per ton sebelumnya.

Dasar Perhitungan HBA

Formula perhitungan HBA diatur melalui Kepmen ESDM Nomor 72 Tahun 2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara. Perhitungan ini menggunakan harga penjualan aktual perusahaan pertambangan yang tercatat di e-PNBP Minerba, dari minggu kedua dua bulan sebelumnya hingga minggu sebulan sebelumnya.

Dari nilai HBA kemudian dihitung Harga Patokan Batubara (HPB) yang mempertimbangkan kualitas batu bara, termasuk nilai kalor, kandungan air, kandungan sulfur, dan kandungan abu. Mekanisme ini memastikan harga patokan sesuai kondisi pasar dan kualitas produk yang dijual.

Pengaruh Kenaikan HBA bagi Industri dan Konsumen

Kenaikan HBA ini akan berdampak langsung pada harga jual batu bara di pasar domestik maupun ekspor. Industri pembangkit listrik, perusahaan industri, dan konsumen yang menggunakan batu bara sebagai bahan baku perlu menyesuaikan strategi pengadaan dan anggaran.

Bagi perusahaan pertambangan, kenaikan HBA menjadi sinyal positif karena menandakan potensi peningkatan margin penjualan. Sebaliknya, konsumen harus memperhitungkan biaya tambahan dalam operasional mereka, terutama yang mengandalkan batu bara untuk pembangkit listrik dan industri manufaktur.

Detail Nilai HBA Periode Pertama Januari 2026

HBA (6.322 GAR): US$103,30 per ton, naik 2,4% dari US$100,81 per ton.

HBA I (5.300 GAR): US$72,23 per ton, naik 3,2% dari US$69,93 per ton.

HBA II (4.100 GAR): US$47,05 per ton, naik 3,5% dari US$45,44 per ton.

HBA III (3.400 GAR): US$35,13 per ton, naik 0,3% dari US$35,02 per ton.

Konsekuensi bagi Harga Patokan dan Ekspor

Peningkatan HBA otomatis memengaruhi Harga Patokan Batubara (HPB) yang menjadi acuan dalam kontrak ekspor maupun penjualan domestik. Dengan harga patokan yang lebih tinggi, pendapatan perusahaan pertambangan berpotensi meningkat, namun harga listrik dan energi berbasis batu bara mungkin ikut terdorong naik.

Penyesuaian Strategi Industri
Kenaikan HBA di awal tahun ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk meninjau kembali strategi pengadaan, distribusi, dan ekspor batu bara. Pelaku industri diharapkan melakukan penyesuaian agar tetap kompetitif sekaligus memaksimalkan margin keuntungan.

Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama Januari 2026 mengalami kenaikan di semua kategori, mulai dari batu bara dengan nilai kalor tinggi hingga rendah. Langkah ini mencerminkan kondisi pasar yang lebih stabil dan memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan industri batu bara di tahun ini, meski bagi konsumen dan sektor energi, kenaikan harga perlu diperhitungkan dalam penganggaran operasional.

Terkini