JAKARTA - Pergerakan harga pangan di tingkat konsumen terus menjadi perhatian publik, terutama di tengah dinamika distribusi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional memberikan gambaran terkini mengenai kondisi harga berbagai komoditas utama. Informasi ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah, pelaku usaha, hingga konsumen untuk membaca tren pasar pangan nasional.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan secara rutin, harga sejumlah komoditas pokok menunjukkan variasi yang relatif stabil. Cabai rawit merah dan telur ayam ras, dua bahan pangan yang sering menjadi indikator inflasi pangan, tercatat berada pada level tertentu yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan saat ini.
Gambaran Umum Harga Pangan Nasional
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah sebesar Rp35.000 per kilogram. Pada saat yang sama, harga telur ayam ras tercatat Rp29.000 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional.
Berdasarkan data PIHPS yang dilansir di Jakarta pada Jumat pukul 09.00 WIB, harga tersebut mencerminkan kondisi rata-rata nasional. Data ini dihimpun dari berbagai wilayah untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai harga pangan strategis di pasar domestik.
Pemantauan ini menjadi penting karena cabai rawit merah dan telur ayam ras merupakan komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga. Fluktuasi harga keduanya sering kali berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Perkembangan Harga Bawang Dan Beras
Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga bawang merah berada di angka Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih tercatat dijual dengan harga Rp34.000 per kilogram di tingkat pedagang eceran.
Untuk komoditas beras, terdapat variasi harga berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di harga Rp13.000 per kilogram. Perbedaan ini mencerminkan kualitas gabah serta proses pengolahan yang berbeda.
Adapun beras kualitas medium I dijual dengan harga Rp15.300 per kilogram dan beras kualitas medium II di harga Rp14.300 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I tercatat Rp16.000 per kilogram dan beras kualitas super II Rp15.500 per kilogram.
Harga Cabai Dan Komoditas Hortikultura Lain
PIHPS juga mencatat perkembangan harga berbagai jenis cabai lainnya. Harga cabai merah besar mencapai Rp25.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting tercatat lebih tinggi di angka Rp45.850 per kilogram.
Cabai rawit hijau, yang juga menjadi komoditas favorit rumah tangga, berada di harga Rp35.000 per kilogram. Variasi harga antarjenis cabai ini dipengaruhi oleh faktor musim, pasokan dari daerah sentra produksi, serta pola konsumsi masyarakat.
Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang memang dikenal memiliki volatilitas harga yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pemantauan berkala melalui PIHPS menjadi alat penting untuk mengantisipasi potensi gejolak harga di pasar.
Harga Daging Dan Protein Hewani
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp35.000 per kilogram. Angka ini mencerminkan kondisi pasokan ayam pedaging yang relatif stabil di pasar domestik.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas I berada di angka Rp120.000 per kilogram. Untuk daging sapi kualitas II, PIHPS mencatat harga Rp110.000 per kilogram. Perbedaan harga ini umumnya dipengaruhi oleh kualitas daging serta segmentasi pasar konsumen.
Harga protein hewani memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Oleh sebab itu, kestabilan harga komoditas ini menjadi salah satu fokus utama dalam pengendalian inflasi pangan nasional.
Pergerakan Harga Gula Dan Minyak Goreng
Selain bahan pangan segar, PIHPS juga memantau harga komoditas kebutuhan rumah tangga lainnya. Gula pasir kualitas premium tercatat dijual dengan harga Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp16.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp19.000 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp22.000 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II di angka Rp19.500 per liter.
Harga minyak goreng dan gula pasir menjadi perhatian karena kedua komoditas ini memiliki peran strategis dalam konsumsi harian. Perubahan harga keduanya kerap memengaruhi inflasi dan stabilitas ekonomi rumah tangga.
Peran PIHPS Dalam Transparansi Harga
Keberadaan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional berfungsi sebagai sarana transparansi informasi harga bagi publik. Data yang disajikan secara rutin memungkinkan masyarakat untuk memantau kondisi harga dan merencanakan pengeluaran dengan lebih baik.
Bagi pemerintah, data PIHPS menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Informasi ini juga membantu dalam pengambilan keputusan terkait distribusi pangan dan intervensi pasar jika diperlukan.
Dengan keterbukaan data harga pangan, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi menjaga stabilitas pasokan dan harga. Pemantauan yang konsisten menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.