KESEHATAN

7 Manfaat Tapak Liman Tanaman Liar Dengan Khasiat Alami

7 Manfaat Tapak Liman Tanaman Liar Dengan Khasiat Alami
7 Manfaat Tapak Liman Tanaman Liar Dengan Khasiat Alami

JAKARTA - Di balik keberadaannya yang sering dianggap sebagai rerumputan liar, tapak liman ternyata menyimpan potensi kesehatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Tanaman dengan nama ilmiah Elephantopus scaber L. ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai daerah. Daunnya yang berbentuk roset dengan permukaan berbulu kasar kerap diolah menjadi ramuan herbal untuk membantu mengatasi beragam keluhan kesehatan.

Tapak liman mengandung sejumlah senyawa organik yang berperan penting bagi tubuh, seperti saponin, tanin, terpenoid, dan flavonoid. Kandungan inilah yang menjadi dasar pemanfaatannya sebagai tanaman obat. 

Meski bersifat alami, penggunaan tapak liman tetap memerlukan kehati-hatian, terutama bagi ibu hamil atau individu yang sedang menjalani perawatan medis tertentu.

Beragam manfaat tapak liman berikut dirangkum dari berbagai sumber dan perlu dipahami sebagai terapi pendukung, bukan pengganti pengobatan medis utama.

Beragam Manfaat Tapak Liman Untuk Tubuh

Tapak liman dikenal luas karena khasiatnya yang beragam. Tanaman ini kerap dimanfaatkan dalam bentuk rebusan atau seduhan herbal untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap seimbang. Berikut sejumlah manfaat tapak liman yang banyak dipercaya masyarakat:

1. Membantu menurunkan demam

Salah satu manfaat tapak liman yang paling dikenal adalah kemampuannya membantu menurunkan demam. Tanaman ini sering diolah menjadi rebusan atau teh herbal untuk membantu tubuh meredakan panas dari dalam. 

Saat demam, tubuh sebenarnya sedang melawan infeksi, sehingga konsumsi tapak liman sebaiknya disertai dengan istirahat cukup dan asupan cairan yang memadai. Jika demam tinggi tidak kunjung turun, pemeriksaan medis tetap diperlukan.

2. Menurunkan risiko asam urat

Tapak liman juga dimanfaatkan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri sendi akibat peningkatan kadar asam urat. Tanaman ini diyakini membantu tubuh mengelola metabolisme purin agar tidak menumpuk berlebihan. 

Konsumsi air rebusan tapak liman perlu dibarengi dengan pengaturan pola makan, khususnya menghindari makanan tinggi purin dan memperbanyak minum air putih.

3. Meningkatkan sistem imun

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Tropical Journal of Pharmaceutical Research menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tapak liman pada tikus putih mampu meningkatkan aktivitas makrofag dan total leukosit secara signifikan. 

Makrofag merupakan sel imun penting yang berperan sebagai garis pertahanan tubuh terhadap infeksi serta membantu membersihkan sel-sel rusak.

4. Meringankan nyeri menstruasi

Bagi sebagian perempuan, tapak liman dipercaya membantu meringankan nyeri menstruasi. Ramuan herbal dari daun tapak liman biasanya dikonsumsi saat nyeri haid muncul untuk membantu meredakan kram dan membuat tubuh terasa lebih rileks. 

Namun, respons tubuh dapat berbeda-beda pada setiap individu. Jika nyeri menstruasi tergolong berat, konsultasi ke tenaga kesehatan tetap disarankan.

5. Meningkatkan kesehatan jantung

Tapak liman juga dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tapak liman pada tikus diabetes mampu menurunkan kadar kolesterol total, LDL, VLDL, dan trigliserida, sekaligus meningkatkan HDL. 

Meski demikian, menjaga kesehatan jantung tetap membutuhkan pola hidup sehat, seperti mengatur asupan lemak, berhenti merokok, rutin berolahraga, dan mengelola stres.

6. Membantu menjaga keseimbangan bakteri usus

Tapak liman mengandung senyawa yang diduga memiliki efek prebiotik, yaitu membantu menunjang pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan. 

Dengan keseimbangan mikrobiota usus yang terjaga, proses pencernaan dapat berlangsung lebih optimal dan risiko gangguan perut, seperti kembung atau rasa tidak nyaman, dapat berkurang.

7. Menurunkan risiko disentri

Beberapa senyawa aktif dalam tapak liman diyakini memiliki sifat antimikroba yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi pencernaan, termasuk disentri. 

Konsumsi tapak liman secara tepat dapat membantu meredakan gejala diare atau perut mulas. Namun, pada kasus disentri berat, penanganan medis tetap menjadi prioritas utama.

Cara Mengolah Daun Tapak Liman Untuk Kesehatan

Pengolahan tapak liman untuk tujuan kesehatan dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana. Metode yang paling umum adalah dengan merebus daun tapak liman. 

Ambil sekitar tujuh hingga sepuluh lembar daun segar atau sekitar tiga hingga lima gram daun kering, lalu rebus dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Air rebusan ini biasanya dikonsumsi dua hingga tiga kali sehari.

Selain direbus, daun tapak liman juga dapat diolah dengan cara diseduh seperti teh. Metode penyeduhan dinilai efektif untuk menarik kandungan flavonoid dari daun. Untuk pemakaian luar, daun tapak liman bisa ditumbuk hingga halus dan digunakan sebagai obat oles pada area tubuh tertentu, misalnya pada luka ringan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi

Meskipun berasal dari tanaman alami, konsumsi tapak liman tetap perlu dilakukan secara bijak. Ibu hamil, ibu menyusui, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi ramuan herbal ini. Penggunaan dalam jumlah berlebihan juga tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Tapak liman sebaiknya dipandang sebagai pendukung kesehatan, bukan pengganti pengobatan medis. Dengan pemahaman yang tepat dan penggunaan yang bijak, tanaman liar ini dapat menjadi salah satu alternatif alami untuk menjaga kesehatan tubuh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index